Pastor Lambertus Cornelis Blessing, OSC: Orang Suci dan Teladan dalam Hidup Doa

 Oleh Kfr. Postinus Gulö, OSC

Setelah mendapat kabar bahwa Pastor Blessing, OSC telah menghadap Allah Bapa di Surga, Minggu, 19 Juni 2022 dini hari (pkl. 2.25 WIB), Pastor Nana Sujana, OSC sebagai anggota Dewan Priorat Pratista melakukan koordinasi untuk mengurus jenazah, persemayaman dan acara penghormatan terakhir bagi Pastor Blessing. Akhirnya diputuskan bahwa Ibadat dan Misa Requiem semuanya dilaksanakan di Kapel St. Helena, Priorat Pratista.  

Ibadat Arwah diadakan pada Miggu, 19 Juni 2022.  Ibadat ini dipimpin oleh Pastor Yustinus Nana Sujana. Sehari setelahnya, yakni, pada Senin, 20 Juni 2022 diadakan Misa Requiem dan Ibadat Pemakaman. Misa Requiem dipimpin oleh Bapak Uskup Bandung Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC, dengan didampingi oleh Magister General OSC Mgr. Laurentius Tarpin, OSC dan Provinsial Pastor Agustinus Agung Rianto, OSC.

Usai Misa Requiem dilanjutkan dengan Ibadat Pemakaman yang dipimpin oleh Kfr. Andreas Dadang, Prior Priorat Pratista.

Teladan dalam Hidup Doa

Selama hidupnya, Pastor Blessing menjadi teladan yang setia dalam hidup doa. Bahkan, ia memiliki devosi kepada Santa Odilia dan Santa Perawan Maria Bunda Gereja melalui Legio Maria dan Doa Rosario bersama umat di mana ia diutus untuk melayani.

Bapak Uskup Bandung, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, OSC bersama Magister General OSC, Mgr. Laurentius Tarpin, OSC dan Provinsial Pst. Agung, OSC sedang mempersiapkan diri memimpin Misa Requiem bagi Pastor Blessing, OSC, di Pratista, Senin, 20 Juni 2022 (foto: Amanda/Komsos Keuskupan Bandung).

 

Kesetiaan Pastor Blessing dalam doa dan kesucian hidupnya disinggung juga oleh Mgr. Anton dalam homilinya ketika memimpin Misa Requiem. Menurut Mgr. Anton, yang ditata oleh Pastor Blessing sejak masa muda hingga lanjut usia adalah kesucian hidup. Baginya, kesucian, bukanlah semacam pakaian, tetapi telah menjadi darah dan dagingnya. Maka, Pastor Blessing tidak mau merepotkan orang selama hidupnya.

Ada satu kisah, lanjut Mgr. Anton. Suatu saat, Pastor Blessing bercerita bahwa ia pernah menemani sekelompok orang untuk berziarah ke Gua Maria Sawer Rahmat, Totombok, Cigugur. Di Gua Maria ini, Pastor Blessing memimpin Ibadat Jalan Salib bersama umat. Sebelum berjalan ke Perhentian I, Pastor Blessing memimpin doa persiapan Jalan Salib. Ia berdoa dengan  khusyuk. Namun, ketika usai berdoa, Pastor Blessing heran mengapa tidak ada suara yang menjawab “amin”. Padahal, ia sudah selesai berdoa. Ia pun membuka mata, dan ternyata umat sudah pergi. Dari kejauhan, umat meminta Pastor Blessing segera pergi karena di sekitar itu ada tawon yang berkeliaran. Rupanya, umat lari ketakutan, tetapi Pastor Blessing tetap fokus berdoa kepada Tuhan, maka tak sadar dan tak takut oleh tawon”. Lalu, saya tanya, ungkap Mgr. Anton: “lalu setelahnya bagaimana Pastor ketika melihat ada tawon? Lalu Pastor Blessing menjawab: saya lari juga”.

Dari kisah ini, Mgr. Anton melihat sesuatu yang layak diteladani dari kesetiaan Pastor Blessing untuk berdoa. Mgr. Anton mengatakan: “tapi, ketika ia sedang berdoa, ketika sudah masuk dalam wilayah dan ruang suci, waktu suci, waktu Pastor Blessing hanya untuk Tuhan, tidak untuk dirinya sendiri, ia fokus dalam Tuhan”.

Pastor Blessing yang sebagian besar hidupnya melayani di paroki, sungguh melayani dengan sepenuh hati dan dalam kemurahan hati. Ia juga suka memberi kepada orang lain, bahkan uang yang ia terima dari umat dan konfrater, kembali ia bagi-bagikan. Menurut Mgr. Anton, “Pastor Blessing, sesuai namanya, menjadi berkat bagi Gereja, bagi Ordo Salib Suci, bagi umat beriman dan bagi siapapun yang berjumpa dengannya. Saya pernah bertanya kepada umat, apa kesan Anda kepada Pastor Blessing? Umat menjawab: kesucian, kesucian, suka berdoa”. Maka, salah satu tujuan Pastor Blessing dipindahkan dari Paroki St. Yusuf Cirebon ke Priorat Pratista, “supaya menjadi teladan pendoa, supaya para frater berdoa, supaya para konfrater di Priorat Pratista juga berdoa”, seperti Pastor Blessing yang setia dalam hidup doa.

Hidup Sederhana dan Tulus

Pastor Sukarna, imam sepuh diosesan Bandung, menceritakan pengalamannya bersama Pastor Blessing dalam grup WhatsApp para imam Keuskupan Bandung. Rama Sukarna – demikian sapaan akrabnya – bercerita, suatu hari Romo Blessing datang kepada saya di Paroki Bunda Maria Cirebon. Beliau bertanya: “apakah saya boleh ikut ke pertemuan imam di Bandung dengan ikut mobil dari Paroki Bunda Maria?”. Saya bilang: boleh. Besok saya samper ke Paroki St.Yosef! (tempat Pastor Blessing berkarya). Pastor Blessing berkata: gak usah disamper. Besok saya datang naik becak ke sini!  Ketika sampai di Sumedang, kami sarapan di warung tahu. Pastor Blessing mengeluarkan uang entah berapa. Saya bilang gak usah. Sudah dibayar. Pastor Blessing bilang: “kan saya juga turut makan. Jadi gak apa-apa saya juga turut  bayar. Gitu, bukan?”.

Rama Sukarna kembali berbagi kisah lain mengenai Pastor Blessing. Suatu hari Pastor Blessing datang ke Stasi Ciledug (stasi dari Paroki Bunda Maria). Pastor Blessing asyik kunjungan kepada umat, hingga tiba saat makan siang dan kembali ke Pastoran Stasi Ciledug dan tidak ada makanan. Akhirnya beliau menelepon salah satu umat, dan berkata: apakah saya boleh minta sedikit nasi dengan satu tempe? Saya lapar tapi uang saya tinggal untuk ongkos pulang ke Cirebon. Umat yang diminta tolong segera bawa nasi ke pastoran di Stasi Ciledug; bukan hanya sedikit nasi dan satu tempe melainkan sebakul nasi dengan lauk yang lebih daripada yang dapat dimakan Pastor Blessing. Kepolosan dan kesederhanaan orang “kudus” berbeda dengan orang “malang”, tutup Rama Sukarna.

Prior Priorat Pratista, Pastor Andreas Dadang, OSC memimpin Ibadat Pemakaman Pastor Blessing, OSC di Pratista, Senin, 20 Juni 2022 (foto: Amanda/Komsos Keuskupan Bandung).

Pasti banyak kisah kita bersama Pastor Blessing. Sebagai Krosier, ia sungguh menghidupi kaul-kaulnya. Selamat jalan Pastor Blessing. Beristirahat dengan damai di Surga. Kami mengenangmu dalam doa-doa kami.

 

In Cruce Salus

 

 

 

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.