Panggilan hidup bakti di satu sisi merupakan anugerah Allah yang memanggil manusia pada kekudusan dan kesempurnaan hidup, namun di sisi lain, ia merupakan tanggapan dan jawaban bebas manusia yang menuntut adanya keseriusan dan kesetiaan pada komitmen untuk menghidupi panggilan Allah tersebut secara konsisten dan konsekuen. Dalam rangka membantu para formandi memantapkan pilihan hidup, memurnikan movasi, dan mematangkan hidup panggilannya, maka selama masa formasi mereka didampingi oleh para formator sehingga pada akhirnya mereka dapat mencapai kematangan, baik secara manusiawi, pastoral, dan intelektual maupun secara psiko-sosial, psiko-seksual dan psiko-spiritual. Untuk membantu para formator mendampingi para formandi dalam menjalani masa formasi hidup religius,  maka dibutuhkan adanya Pedoman Formasi yang berisi tentang visi dan misi, nilai-nilai yang mau ditanamkan, dan  berbagai program serta kegiatan sebagai sarana pembatinan nilai-nilai sehingga  membentuk karakter para formandi sebagai  religius Krosier yang dijiwai oleh semangat In Cruce Salus yang diwujudkan dalam hidup persaudaraan dalam komunitas, liturgi yang meriah, dan pelayanan yang murah hati.

 

Di samping itu, Pedoman Formasi Ordo Salib Suci Provinsi Sang Kristus Indonesia memberi arah yang harus dituju, menyediakan kriteria untuk menilai kualitas, dan kelayakan para formandi untuk menjadi seorang Krosier. Pedoman Formasi ini juga merumuskan mekanisme dan prosedur yang harus digunakan dalam proses seleksi calon, seleksi untuk kaul pertama, kaul kekal, dan tahbisan sehingga ada kejelasan dan obyekvitas dalam melakukan penilaian atas perkembangan pribadi para formandi.

 

Untuk menjaga keberlanjutan antara formasi awal dan formasi lanjutan para Krosier, Pedoman Formasi ini juga memberikan pedoman untuk pelaksanaan formasi-lanjutan 7 tahun pertama, bagi para Krosier yang telah ditahbiskan.

 

Sebagai sebuah pedoman, tulisan ini harus dilaksanakan, dievaluasi,  dan direvisi secara berkala sesuai dengan perkembangan zaman sehingga kualitas formasi para formandi semakin disempurnakan. 

 

Bandung, 5 April 2015

Kfr. Laurentius Tarpin, OSC 

 

 

Sumber Penulisan: Komisi Formasi OSC Sang Kristus. 2015. Pedoman Formasi Ordo Salib Suci; Provinsi Sang Kristus Indonesia. Bandung: SangKris.

 

 

 

 

 

***