Kapitel General OSC: Membangun Kesatuan Krosier

Kfr. Postinus Gulö, OSC

Ordo Salib Suci mengadakan pertemuan besar: Kapitel General atau Kapitel Umum. Kapitel ini diadakan di Casa Divin Maestro, Ariccia, Roma, mulai 20 April hingga 4 Mei 2022. Sesuai aturan OSC, Kapitel General dilaksakan satu kali dalam enam tahun sesuai dengan periode kepemimpinan Magister General OSC. Sebetulnya, rencana awal Kapitel General ini dilaksanakan di Rumah Retret Pratista, Bandung, Indonesia pada tahun 2021. Namun, rencana itu berubah oleh karena berbagai aturan perjalanan di masa pandemi Covid-19 yang berubah-ubah sesuai dengan naik-turunnya korban Covid-19 di setiap negara.

Peserta dari Indonesia foto bersama di Kompleks Casa Divin Maestro, Ariccia dengan pemandangan Danau Albano (Foto: Kfr. Postinus)

Peserta yang menghadiri Kapitel General OSC tahun 2022 datang dari 6 Negara yang semuanya berjumlah 27 orang, dengan perincian: 24 delegatus dan 3 periti atau ahli. Peserta paling banyak datang dari Indonesia, sebanyak 9 orang: Pst. Agung Rianto, Pst. Tedjo, Pst. Leo Samosir, Pst. Hendra Kimawan, Pst. Fransiskus Samong, Pst. Riston Situmorang, Pst. Didi Tarmedi; dan dua periti: Pst. Onesius Otenieli Daeli dan Pst Postinus Gulö.

Peserta dari OSC Congo sebanyak 6 orang: Pst. Benjamin, Pst. Anselme, Pst. Charles, Pst. Jean-Marie Kighoma, Pst. Olivier Baloki; dan Pst. Zawadi sebagai periti. Dari Generalat OSC sebanyak 4 orang: Mgr. Laurentius Tarpin, Pst. Rosaryanto, Pst. Pierre-Paul, Pst. Henri Paluku. Sementara peserta dari Priorat Konventual Amerika Serikat, yakni sebanyak 3 orang: Pst. Tom Enneking, Pst. Alex dan Pst. Dove Donnay. Peserta dari Provinsi OSC Eropa yang mencakup Belanda dan Belgia sebanyak 3 orang: Pst. Peter Snijkers, Pst. Roger Janssen dan Pst. Joe Op de Kamp. Dan dari Brazil sebanyak 2 orang: Pst. Handiyanto dan Pst. Julio. Selain itu, Sr. Martine Krichel, S.C.J.M dipercaya sebagai penerjemah.

Membangun Kesatuan Krosier

Kitab Hukum Kanonik kanon 631 §1 menegaskan bahwa Kapitel Umum memiliki otoritas tertinggi dalam kehidupan Tarekat atau Ordo. Oleh karena itu, harus dibentuk sedemikian rupa sehingga mewakili seluruh tarekat yang berasal dari berbagai daerah atau negara. Kanon ini juga menegaskan bahwa Kapitel Umum “menjadi tanda sejati kesatuannya dalam cinta-kasih”. Tugasnya terutama adalah melindungi warisan tarekat yang disebut dalam kanon 578 dan mendorong pembaruan yang sesuai dengannya, memilih Moderator tertinggi – Magister General – membahas masalah-masalah penting, serta mengeluarkan norma-norma yang harus ditaati oleh semua.

Apa yang ditegaskan dalam Kanon 631 §1 sebenarnya sudah ditekankan juga dalam Konstitusi OSC no. 35.1: “Kapitel umum memiliki otoritas tertinggi dalam Ordo. Tanggung jawab Kapitel Umum terutama mencakup mengambil semua langkah yang diperlukan untuk menjamin dan memajukan kesatuan Ordo dan untuk mendorong kerjasama antar provinsi, bahkan menjaga otonomi masing-masing provinsi”.

Berdasarkan Hukum Gereja dan Konstitusi OSC tampak jelas bahwa Kapitel General bukan sekadar pertemuan antar-kapitularis/delegatus. Bukan pula pertemuan antar-manusia semata. Lebih dari itu, Kapitel General ini menjadi kesempatan berjumpa di antara Krosier dari berbagai negara sekaligus berjumpa dengan sang sumber transformasi: Yesus Kristus. Hal ini juga ditegaskan melalui tema Kapitel General OSC 2022, yakni “Unity in Charity: Bringing, Breaking and Sharing the Bread” (‘Kesatuan dalam Kemurahan Hati: Membawa, Memecah, Membagi Roti’). Melalui tema ini, Kapitel General menyadarkan kita bahwa persaudaraan Krosier mesti dijiwai dan diilhami oleh kasih. Persaudaraan penuh kasih itu tentu mengikat Ordo kita dalam kesatuan, dan diwujudkan dengan “membawa, memecahkan, dan berbagi roti”. Roti dapat merujuk pada warisan rohani, karunia, sumber daya, perhatian, aspirasi, pengharapan, suka dan duka, beban dan manfaat, dsb., yang dibawa oleh para delegatus dari berbagai negara di mana OSC melayani. Tentu saja, kita perlu menyadari bahwa “persatuan dalam kasih” akan mempromosikan satu identitas Kanon Reguler dari Ordo Salib Suci. Kasih yang dibutuhkan Krosier bukanlah untuk “memuliakan” masing-masing daerah atau komunitas atau orang tetapi dipersatukan sebagai satu Ordo. Apa yang kita bawa berasal dari sumber yang sama, apa yang kita pecah-pecah adalah milik kita semua, dan apa yang kita bagikan mengalir dari semua saudara, melalui umat Allah ke tujuan akhir kita, yakni: Allah Bapa.

Pengalaman Transformatif

Misa Pembukaan Kapitel General diadakan pada Rabu, 20 April 2022. Mgr. Laurentius Tarpin sebagai Magister General Ordo Salib Suci (OSC) memimpin langsung perayaan Ekaristi tersebut. Dalam homilinya, Mgr. Tarpin menekankan perjumpaan yang membawa transformasi, yakni seperti perjumpaan dua Murid di Emaus dengan Yesus. Homili Mgr. Tarpin berjudul: “Encounter with the Risen Jesus that Transforms Life” (Perjumpaan dengan Yesus yang Bangkit yang Mengubah Hidup). Mgr. Tarpin mengatakan: “Semoga melalui cara kerja sinodal dan kolegial, kita saling mendengarkan, berbicara, bermusyawarah, melakukan disermen, dan mengambil keputusan yang bermanfaat bagi masa depan Ordo”. Kapitel General dilaksanakan dalam suasana doa dan Ekaristi agar para delegatus dan periti, sama seperti ‘Dua Murid Emaus’ mengalami transformasi karena berjalan bersama Yesus, mendengarkan Tuhan Yesus, dan terbuka pada bimbingan Roh Kudus.

Kisah dua murid Emaus dapat kita baca dalam perikop Injil Lukas 24: 13-35. Ketika Yesus membagi-bagikan Roti, saat itulah Dua Murid Emaus terbuka mata dan akhirnya menyadari bahwa Yesus bersama mereka. Dua murid di Emaus sungguh mengalami transformasi setelah berjumpa dan melihat “tindakan Yesus yang membawa, memecahkan dan membagikan Roti” kepada kedua muridNya. Hal yang sangat penting adalah pengalaman transformatif ini menyemangati Dua Murid Emaus untuk BERSATU kembali dengan para murid lainnya di Yerusalem. Para murid menjadi lebih berani mewartakan dan memberi kesaksian bahwa Yesus telah bangkit! Sejalan dengan itu, para delegatus dan periti dipanggil untuk menjadi seperti dua murid Emaus itu yang mengalami transformasi dan membangun kesatuan dalam Ordo, dan secara khusus dalam komunitas lokal masing-masing area Ordo.

Misa Pembukaan Kapitel General, 20 April 2022 di Kapel Casa Divin Maestro, Roma (Foto: Kfr. Postinus)

Beberapa Isu Penting

Pada hari pertama dan hari kedua Kapitel, para delegatus dan periti berbicara banyak mengenai keadaan aktual Ordo. Dari paparan keadaan aktual Ordo tersebut, kita dapat melihat isu-isu aktual Ordo yang penting untuk diperhatikan, antara lain: struktur pemerintahan Ordo, formasi, dan spiritualitas OSC. .

Pertama, struktur pemerintahan Ordo. Kita – para Krosier – menyadari bahwa struktur pemerintahan Ordo bukanlah tujuan melainkan sarana bagi kita agar dapat menghayati, memelihara dan mewujudkan karisma dan spiritualitas OSC. OSC Indonesia memutuskan untuk tetap mempertahankan PROVINSI sebagai struktur pemerintahan mereka. Pada tahun 2021 silam, OSC Congo sepakat untuk menjadi satu Provinsi. Sebelumnya, OSC Congo merupakan pro-provinsi dari Provinsi OSC Eropa. Sedangkan OSC Amerika memiliki Priorat Konventual sebagai struktur pemerintahan mereka.

OSC Eropa hingga kini masih memiliki struktur pemerintahan Provinsi. Namun, jumlah anggotanya semakin hari semakin sedikit. Sudah tidak ada lagi anggota baru. Malah, dalam 6 tahun terakhir jumlah anggotanya yang meninggal cukup banyak: 22 orang. Dalam Kapitel ini akan dibicarakan apakah dibentuk tim ad hoc untuk mempertimbangkan struktur yang tepat bagi OSC Provinsi Eropa untuk ke depannya.

Sementara struktur pemerintahan OSC Brazil adalah Delegasi General. Superior mayornya langsung dijabat oleh Magister General. Hal itu terjadi oleh karena OSC Brazil memiliki anggota paling sedikit, yakni hanya 6 (enam) anggota yang sudah mengucapkan kaul kekal, dengan perincian: 4 OSC asli Brazil, satu dari Indonesia dan satu lagi dari Congo.

Kedua, formasi. OSC menyadari bahwa untuk menjamin keberlangsungan Ordo, formasi kehidupan religius Krosier merupakan prioritas yang sangat penting. Oleh karena itu, para pengambil keputusan dalam Ordo perlu mengusahakan peningkatan kualitas formasi. Elemen-elemen kunci formasi yang memerlukan perhatian khusus adalah peningkatan kualitas rekrutmen dan seleksi kandidat, penyiapan pembinaan formandi yang berkualitas, perbaikan sistem evaluasi formasi, dan pembinaan para formator serta penyediaan program formasi yang holistik, termasuk di dalamnya ongoing formation (formasi berkelanjutan) bagi para konfrater. Salah satu tantangan dalam Ordo kita adalah mempersiapkan dan memberdayakan para konfrater untuk menjadi formator yang baik dan penuh dedikasi.

Tentu saja, tanggung jawab formasi bukan hanya tanggung jawab para formator. Formasi juga menjadi tanggung jawab semua anggota Ordo. Oleh karena itu, keteladanan dan kesaksian hidup para konfrater memiliki dampak dalam pembentukkan para formandi. Itu sebabnya, Mgr. Tarpin dalam Surat Pastoral Verbo et Exemplo (Masa Prapaskah 2018), mendorong semua konfrater yang sudah mengikrarkan kaul kekal menjadi panutan bagi para formandi dalam menjalani kehidupan religius Krosier. 

Ketiga, spiritualitas OSC. OSC menghidupi spiritualitas salib, yakni pengorbanan sehabis-habisnya. Melalui spiritualitas salib, para Krosier diharapkan memiliki semangat heroisme dalam melaksanakan pelayanan, baik di dalam komunitas maupun di luar komunitas, baik dalam pelayanan parokial maupun kategorial. Spiritualitas semacam ini diartikulasikan dalam spiritualitas ekaristi: membawa, memecahkan, berbagi roti untuk menyejahterakan orang lain. Ini menonjolkan esensi cinta, yang menyiratkan pengorbanan diri (Yohanes 15,13). Spiritualitas ekaristi ini mengacu pada pengalaman yang mengesankan dan kuat dari dua murid dalam perjalanan ke Emaus. Mereka dapat mengenali Yesus yang bangkit ketika Dia memecahkan dan berbagi roti dengan mereka (Lukas 24: 30-31). Memecah dan berbagi roti berarti keramahtamahan kepada orang asing dan menjadi kesempatan saling mengungkapkan diri antara tuan rumah dan tamu.

Tema Kapitel kali ini menyoroti spiritualitas persekutuan. Setiap Krosier berkontribusi pada kehidupan dan kesatuan Ordo. Oleh karena itu, para delegatus Kapitel General diundang untuk merobohkan tembok, membuka cakrawala dan perspektif, meninggalkan zona nyaman mereka, berpikir di luar wilayah masing-masing, meninggalkan pola pikir partisan, membiarkan diri mereka diterangi oleh daya kreatif Roh Kudus dan diubah menjadi seorang manusia baru. Ini membutuhkan pengorbanan diri, melepaskan kepentingan pribadi, kesediaan untuk mematikan ego kita sendiri, dan kesetiaan kepada Salib.

Peristiwa Iman

Dari paparan di atas, sangat jelas bahwa Kapitel General merupakan peristiwa iman. Kapitel General menjadi saat penuh rahmat dan sangat dinantikan untuk membawa, memecahkan, dan berbagi roti untuk menyehatkan dan memperkuat kelangsungan hidup Ordo. Magister General bersama Dewannya akan membawa dan berbagi perhatian utama Ordo berdasarkan pengalaman mereka mengunjungi komunitas-komunitas OSC. Para delegatus dan periti akan membawa roti mereka untuk dibagikan bersama di Kapitel General. Mereka juga berbagi dengan kapitel apa yang terjadi di wilayah-wilayah Ordo. Mereka diundang dan diharapkan untuk berbicara terus terang dan penuh keberanian. Tentu saja, dengan mendengarkan secara aktif dan rendah hati, maka para delegatus dan periti akan mendapatkan pemahaman yang lebih dalam dan visioner mengenai Ordo dan kebutuhan Gereja universal.

Kita berharap para delegatus akan setia melakukan discernment selama Kapitel berlangsung. Dengan demikian, Kapitel General akan membuat keputusan untuk enam tahun mendatang. Keputusan-keputusan itu diharapkan mampu memperkuat dan mempersatukan Ordo.

Categories:

Tags:

2 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.