Sharing Orang Tua Fr. Kevin Jose,OSC

Ibu Theresia Lilioi

Salam sejahtera Tuhan Yesus memberkati kita semua. Puji dan syukur kepada Tuhan atas penyertaan dan perlindunganNya. Semoga kita semua tetap dalam keadaan sehat. Perkenalkan, saya Theressia Lilioi lahir di Medan. almarhum suami saya, Abraham Nepo Balram berasal dari kota yang sama dengan saya. Saat ini saya tinggal di Karawang. Kami dikaruniai dua orang anak laki-laki. Anak pertama kami bernama Kenny Leonardo dan anak kedua kami bernama Ignasius Kevin Jose yang saat ini sedang menempuh pendidikan calon Imam di Skolastikat OSC Bandung.

Ketika mereka berdua masih kecil, saya sudah membiasakan untuk mengajak mereka pergi ke Gereja, mengikuti sekolah minggu dan aktif di beberapa kegiatan Gereja. Salah satunya adalah putera altar. Tak hanya itu, saya juga sering mengajak mereka untuk mengikuti sembahyangan di lingkungan. Pengalaman itulah yang menjadi pupuk bagi mereka untuk menumbuhkembangkan iman mereka kepada Tuhan Yesus.

                Suatu hari, pada Minggu Panggilan, rumah kami kedatangan seorang frater OSC. Dia adalah Frater Juju Junaedi, OSC yang sekarang sudah menjadi pastor. Kala itu, Frater Juju membagikan pengalaman kehidupan panggilannnya dalam pertemuan lingkungan. Dan setelah sharing, ia memberikan pertanyaan kepada kami dan umat di lingkungan.

 “Apakah bapak/ibu bersedia atau mengijinkan anaknya masuk seminari untuk menjadi Pastur?”

                Saat itu tidak ada satupun jawaban dari kami para orang tua, termasuk saya. Mungkin bagi kebanyakan orang tua lebih menginginkan anaknya untuk bekerja atau meneruskan usaha orang tuanya.

Sejak suami saya meninggal, saya mengambil peran sebagai ibu sekaligus ayah bagi anak-anak saya. Saya selalu memposisikan diri sebagai orang tua, sabahat dan teman bagi anak-anak. Segala sesuatu yang saya dan anak-anak akan lakukan selalu dibicarakan dan didiskusikan bersama. Hal ini saya tunjukkan karena saya ingin anak-anak bisa terbuka dan selalu menceritakan apapun kepada saya, baik mengenai sekolah, pelajaran, teman ataupun keinginan dan cita-cita mereka.

Pernah suatu hari anak pertama saya bilang “Mah kalau sudah lulus SMA nanti kaka mau kerja saja biar bisa bantu mamah.” Begitupun adiknya Kevin yang saat itu masih duduk di kelas 1 SMA juga mengatakan hal yang sama, yakni setelah lulus sekolah ia ingin bekerja sambil kuliah. Saat itu saya hanya diam, hati saya senang tapi di satu sisi juga sedih. Saya hanya mengucap syukur, begitu banyak berkat yang Tuhan sediakan  untuk keluarga saya. Saya mengucap syukur bahwa Tuhan sudah memberikan saya anak-anak yg baik.

Seiring berjalannya waktu, anak saya Kevin selesai ujian dan saat itu tiba-tiba Kevin mengatakan kepada saya bahwa dirinya ingin menjadi seorang imam. Saat itu saya sangat kaget mendengar perkataan itu dan hampir tidak percaya dengan pilihannya. Maka saya bertanya kepada dirinya apakah dia sudah yakin akan pilihannya itu? Apakah dia sudah mempertimbangkan dengan baik?. Saat itu Kevin dengan lantang mengatakan “ya, saya sudah yakin.

                Mendengar keputusannya itu, saya hanya bisa berdoa kepada Tuhan, jikalau Tuhan berkenan menjadikan Kevin sebagai abdi-Nya, saya hanya bisa memohon kepada Tuhan agar mengutus Roh Kudus untuk membimbing, menuntun dan menerangi langkah hidupnya sehingga selaras dengan kehendakNya. Doa itulah yang saya ucapkan ketika saya mengiayakan permohon Kevin.

Ketika sudah diterima di OSC, saya mendengar tentang kehidupan dan pergumulan Kevin di seminari dengan segala masalah yang dihadapi. Sebagai seorang ibu, ketika mendengar sharingnya itu saya sangat sedih dan terharu. Namun, saya selalu bawa ke dalam doa karena saya percaya Tuhan akan selalu memberikan kekuatan dan kesabaran. Saya yakin Dia akan selalu menjaga Kevin. Saya yakin tidaklah mudah menjalani semua itu, begitu banyak kerinduan, kesepian, air mata, dan rasa jenuh yang mendalam. Namun saya percaya Tuhan selalu menyertai langkah yang Kevin ambil. Saya sebagai orang tua akan selalu mendukung apapun yang menjadi keputusan atau jalan yang Kevin ambil. Dan saya serahkan semuanya kedalam rencana Tuhan. Hanya doa yang menguatkan Kevin dalam menjalankan hidup panggilannya. Saya akan selalu terbuka atas apapun keputusan yang Kevin ambil. Hanya itu cara dan bentuk dukungan saya kepada dirinya.

Akhir kata hanya doa yang mendekatkan saya dengan anak saya Kevin. Saya percaya, Tuhan akan selalu menjaga dan melindunginya. Begitu juga disini, Mama dan Kaka juga akan selalu mendukung dan mendoakanmu.

Theresia Lilioi

Categories:

Tags:

No responses yet

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.